Kamis, 29 Desember 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN MASSAGE DAN SPORT MASSAGE DI DUNIA DAN DI INDONESIA

A. Sejarah Perkembangan Massage Di Dunia

1. Masa Pra-Sejarah
            Pada masa ini bukti telah mendukung posisi massage yang telah dipraktekkan oleh beberapa kelompok orang di dunia. Para arkeolog telah menemukan artifak-artifak yang menunjukkan penggunaan massage di sejumlah wilayah di dunia. Meskipun tidak ada bukti pre-historis langsung yang menjelaskan penggunaan massage untuk alasan medis, bukti tidak langsung sangat jelas menunjukkan kaitan massage dengan medis. Lukisan-lukisan di gua Eropa (abad 15000 SM), misalnya, menunjukkan apa yang bisa disebut sebagai kegunaan sentuhan terapi. Pada periode sejarah, catatan-catatan tertulis dan bergambar menunjukkan penggunaan massage.

2. Masa Kuno (Leluhur)
            Pada masa ini di kawasan timur, pemikiran/ perhatian terhadap sakit telah ditulis di Cina selama ribuan tahun, dan catatan telah menunjukkan bahwa praktek massage telah ada semenjak 3000 SM. Namun, pada periode antara abad kedua sebelum masehi (yakni 200-101 SM) dan abad pertama sebelum masehi (yakni 1-101 SM), pengobatan di Cina telah mulai ada. Naskah-naskah yang ditemukan di Cina mulai abad kedua sebelum masehi membahas massage sebagai salah satu metode perawatan terhadap penyakit yang beraneka-ragam. Namun, kiranya perlu diingat bahwa akupuntur tidak termasuk (meskipun akupuntur telah disebut dalam tulisan kedokteran Cina sejak abad 90 sebelum masehi). Dengan menggunakan pengetahuan mereka tentang massage dan juga akupuntur (gambar1-2), bangsa Cina memnembangkan suatu aliran atau gaya massage yang mereka sebut dengan “anma” atau “anmo”. Bangsa cina telah mengembangkan seni massage dengan sangat baik dan bangsa ini pula yang pertama kali melatih dan mempekerjakan pemijat tuna netra.
Pada awal abad pertama sebelum masehi, berbagai kelompok pemikiran medis telah berdiri dan mulai menghasilkan pemikiran yang berbeda-beda. Ide/gagasan dan keyakinan yang berbeda-beda ini dikumpulkan pada masa pemerintahan Kaisar Kuning mistis dan telah menjadi kitab klasik kedokteran Cina tradisional, Huang-ti nei-ching. Meskipun tanggal pasti penulisan karya ini tidak diketahui, kitab ini telah ada menjelang abad pertama sebelum masehi. Karya yang secara umum dikenal dengan nama Nei Ching ini berisi deskripsi prosedur sentuhan terapi dan manfaat-manfaatnya. Ada sedikit perdebatan mengenai tanggal aktual dari karya ini, karena sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa karya ini ditulis sekitar tahun 2760 sebelum masehi. Namun, para sejarawan medis Cina sebelumnya cenderung mengakui penanggalan sebelumnya.
           
Mendekati tahun 700 SM, telah ada menteri kesehatan di Cina dan suatu system kesehatan umum. Menjelang abad ke-6, tehnik dan manfaat massage telah disusun dengan baik di Cina dan merambah ke Jepang. Pada umumnya metode-metode massage Jepang hampir sama dengan Cina. Di Jepang, kita menemukan “amma” Cina, yang disebut juga dengan “anma” yang berarti massage dalam bahasa Jepang. Shiatsu, yang secara harfiah berarti tekanan jari dianggap sebagai komponen anma. Shiatsu merupakan modal utama Jepang yang didasarkan pada konsep bangsa Asia bahwa tubuh memiliki satu rangkaian titik energi, atau “tsubu”. Ketika tekanan diberikan pada titik-titik ini dengan benar, sirkulasi meningkat dan syaraf-syarat terstimulasi. Ada banyak titik-titik tsubu sepanjang badan, tiap-tiap titik ini memiliki arah yang berbeda-beda. Para praktisi Shiatsu memijat tsubu untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh. Seperti halnya Cina, bangsa Jepang medieval juga mempekerjakan pemijat tuna netra. Di museum Pergamon di Berlin, terdapat suatu relief batu pualam putih berusia 2000 tahun yang menggambarkan tindakan massage.
          
Selain di Cina dan Jepang, Negara-negara Asia lainnya juga mempraktekkan massage. Di daratan India, praktek massage telah ada selama lebih dari 3000 tahun. Pengetahuan tentang massage yang dibawa ke India mungkin juga berasal dari Cina, dan lambat laun pengetahuan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi Hindu, yang ditandai misalnya dengan memasukkan pengobatan massage didalam kitab suci Ayur- Veda (1800 SM). Ayur-Veda (yang secara bahasa bermakna aturan kehidupan) meliputi hal-hal seperti kelahiran kembali, penolakan pada kehidupan materi dunia, keselamatan, jiwa, tujuan hidup, pemeliharaan kesehatan mental, dan pencegahan serta tindakan terhadap penyakit. Untuk pengobatan, teks Ayur-Veda yang paling penting adalah“samhitas”. Karya selanjutnya, Manaw Dharma Shastra (300 SM), juga menyebutkan massage terapi.

Selain budaya Negara-negara timur yang telah disebutkan tadi, Polinesia juga dicatat sebagai wilayah yang mempraktekkan massage terapetik. Konsep kesehatan dan pengobatan di Barat mulai terbentuk dalam kurun waktu abad ketujuh dan keenam sebelum masehi. Dalam kurun waktu itu, ahli kesehatan Yunani yang legendaris; sculapius (Asclepius) berubah menjadi seperti seorang dewa yang menjadi sebab munculnya profesi medis. Ular suci dan tongkatnya tetap menjadi symbol profesi medis. Sekitar abad 500 SM, berbagai ide tentang penyembuhan dan pengobatan di yunani dikumpulkan dalam techne iatriche, atau ilmu penyembuhan. Selam proses ini, dua orang tokoh yakni Iccus dan Herodicus memusatkan perhatian pada latihan dan penggunaan senam. Diantara pengikut ilmu baru ini adalah Hippocrates of Cos (460-375 SM).
          
 Dengan menitik beratkan pada pasien secara individual dan keyakinannya bahwa orang yang berprofesi sebagai penyembuh harusnya merawat dan hendaknya jangan menyebabkan tambahan resiko pada pasien, Hipocrates dikenal sebagai bapak kedokteran dunia barat modern. Meskipun hanya sedikit informasi yang dapat kita himpun mengenai beliau, beliau dikenal sebagai dokter klinis dan pengajar yang baik dan juga sebagai pendiri sekolah medis dan penulis berbagai buku, meskipun sebagian besar bukunya ditulis oleh para anggota sekolah atau perkumpulan Hippocratic yang lain. Tulisan-tulisan ini dikumpulkan dan disebut dengan Corpus Hippocraticum, yang merangkum banyak hal yang terkait dengan penyakit dan pengobatan era kuno.

Empat abad setelah perkembangan techne iatriche, beberapa perdebatan terjadi dalam profesi penyembuhan, salah satu pendapat itu mendukung adanya terapi massage. Satu kelompok ahli medis Yunani yang tinggal di Roma yang disebut dengan para Methodist, mendukung pendapat sederhana tentang pengobatan dan membatasi tindakan pengobatan hanya pada pembersihan/ mandi, diet, massage, dan sedikit obat. Hal ini tidak berarti bahwa para para praktisi awal dan kelompok lain tidak mengetahui pentingnya sentuhan. Pencetus pemikiran ini adalah Asclepiades. Diantara sumbangannya yang banyak pada dunia kedokteran Roma adalah risalah pergesekan (massage) dan latihan. Meskipun pendapat ini sudah tidak dipakai lagi, pemikiran ini disebutkan lagi oleh Aulus Aurelius Coenellius Celsus (abad 25 SM – 50 SM) dalam tulisannya tentang massage. Dalam tulisannya berjudul On Joints, Hippocrates menulis “para ahli pengobatan/ dokter harus menguasai banyak keahliaan dan terutama massage” (bagian/bab/ayat IX, baris 25- 26). Hippocrates juga menyebutkan bahwa tindakan lanjut setelah berkurangnya bahu yang bergeser, massage hendaknya dilakukan dengan lembut, tangan yang halus (bagian/ayat/bab IX, baris 31-33). Oleh karena itu, Hipocrates merupakan pencetus massage terapi.
          
 Dalam masa periode transisi antara dominasi Yunani dan Roma pada masa kuno, ada beberapa tokoh yang membantu mengedarkan pengetahuan kedokteran Yunani dan menyatukannya dengan kedokteran Roma. Salah satunya adalah Aulus Celsus, yang oleh banyak ahli dianggap sebagai ahli sejarah kedokteran yang penting. Hasil tulisannya berjudul De Medicina merupakan karya kedokteran Roma yang terkenal dan menjembatani perbedaan antara masa periodenya dan masa Hippocratic Corpus. Dalam masa ini, massage telah diterima dan bahkan Julius Caesar (abad 100-44 SM) menggunakan massage untuk mengobati epilepsinya. Pengikut selanjutnya dari ilmu kedokteran Hippocratic adalah Galen of Pergamon (abad 130-200 SM) (gambar. 1-4). Galen adalah dokter dari Roma yang belajar ilmu kedokteran di Alexandria (Saudi Arabia) dan kemudian menjadi dokter pribadi kaisar Roma Marcus Aurelius. Dalam kurang lebih 100 risalah kedokterannya,Galen mengumpulkan dan menggabungkan pengetahuan tentang anatomi dan kedokteran Yunani; system pengobatannya terus mendominasi dunia kedokteran hingga abad pertengahan and bahkan hingga sekarang. Diantara hasil karyanya, karya yang berjudul De Sanitate tuenda memperhatikan latihan, manfaat mandi, dan massage.

Seiring dengan adanya pembagian kekaisaran Roma menjadi wilayah timur dan barat, penurunan dalam pembelajaran lebih banyak terjadi dan semakin bertambah hebat di Roma barat daripada di Yunani timur (Byzantium).Jauh ke sebelah timur Roma, Slavinia kuno dilaporkan telah menggunakan massage. Di Amerika, suku Maya dan Inca telah dicatat sebagai komunitas yang menggunakan gabungan manipulasi dan massage. Suku Inca juga menggunakan cara pemanasan dlam tindakan pengobatan pada penyakit-penyakit gabungan dengan menggunakan daun-daun dari padang rumput chilca. Hal ini tidaklah mengherankan jika suku Inca Amerika Latin (selatan) mengembangkan cara penggabungan manipulasi dan massage. Mereka telah lebih berhasil dalam bidang trepanasi (prosedur operasi yang melibatkan pemindahan suatu bagian dari tengkorak) pada abad 2000 SM daripada yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa pada 1800. Disamping itu, catatan/ bukti-bukti menunjukkan bahwa suku Cherokee dan Navajos juga menggunakan massage dalam mengobati kolik dan mengurangi sakit melahirkan.

3. Masa Abad Pertengahan
            Setelah jatuhnya Kekaisaran Roma (476). Dunia kedokteran barat mengalami kemunduran.sesungguhnya hal ini hanya dikarenakan hasil tulisan sejumlah dokter-dokter Barat (seperti Oribasius dan Alexander of tralles) yang menyatakan bahwa pengetahuan kedokteran kuno dari Yunani dan Roma bisa dipelihara/ dipertahankan. Diantara para penulis Greco-Roman yang masih memikirkan pengobatan dengan alat-alat mekanis (sebagai kebalikan dari terapi obat ataupun pembedahan) adalah Paul of Aegina (625-690), yang menganjurkan bending, stretching, dan rubbing pada bagian-bagian tubuh yang parallel. Sebagai akibat dari tulisannya, Galen menjadi pemegang kuasa di kedokteran pusat di dunia barat selama berabad-abad. Haruslah dicatat, bahwa Galen telah menulis secara luas topic tentang massage and administrasinya/kelengkapannya. Setelah mundurnya Roma, tradisi Hippocratic-Galenic bertahan di Wilayah timur yang menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa komunikasi. Seiring dengan jatuhnya Alexandria (642), pengetahuan tentang kedokteran Yunani menyebar sampai wilayah Arab.
           
Seiring dengan meluasnya penyebaran Islam di dunia pada abad ketujuh dan kedelapan, kerangka/ kumpulan doktrin kedokteran Greco-roman yang komprehensif diadopsi, bersama dengan pengetahuan kedokteran Hindu dan Persia yang semakin meluas. Salah satu contoh dari penggabungan pengetahuan ini adalah sebuah karya ensiklopedi (Kitabu’l hawi Fi’t-Tibb) yang ditulis oleh seorang dokter Persia bernama Rhazes ( Abu Bakr Muhammad ibn Zakariya al-Razi) (abad 850-932), yang membahas praktek-praktek medis Yunani, Roma, dan Arab, termasuk massage. Karya penting lainnya adalah yang ditulis oleh dokter Persia bernama Abu-Ali al-Husayn ibn-Sina (980-1037), yang lebih dikenal dengan Avicenna. Dia juga menulis sejumlah buku kedokteran yang masih dianggap standar hingga abad ke-17. Karyanya yang berjudul Canon of Medicine merupakan teks kedokteran yang sangat terkenal, yang mengumpulkan ilmu pengetahuan kedokteran teori dan praktik pada saat itu. Hasil karta ini menggambarkan pengaruh yang hebat dari Galen pada ilmu kedokteran saat itu; teks ini juga mencantumkan manfaat massage.

Pada kenyataannya, menjelang akhir abad kesembilan, hampir semua teks-teks kedokteran Galen yang panjang telah diterjemahkan dalam bahasa Arab. Pada umumnya, nampaknya para dokter muslim pada abad Pertengahan Eropa lebih tertarik mengembangkan dan menguraikan kebenaran-kebenaran yang dipelajari dari bangsa Yunani dan Romawi daripada mereka menemukan ilmu pengetahuan yang baru. Dunia Muslim hanya memasukkan ilmu kedokteran Greco- Roman ke dalam kerangka Islam. Hanya dengan melalui terjemahan Latin dari para penulis Arab ini sebagian besar pengetahuan kedokteran Yunani dihidupkan lagi di dunia Kristen di Negara barat (yakni di Eropa). Untuk sebagian besar wilayah, para praktisi kedokteran barat pada abad pertengahan meninggalkan massage demi tindakan pengobatan lainnya. Namun, massage masih tetap merupakan prosedur yang penting bagi para tabib rakyat dan bidan, dan prosedurnya dikenal sebagai suatu bentuk seni. Setelah itu, tidak ada kompilasi tehnik dan prosedur yang dilakukan.Nampaknya, para golongan pendeta/biara menggunakan massage dalam hospitale pauperum mereka, hal ini nampak karena mereka juga mempunyai salinan tulisan-tulisan kedokteran Greco-Roman yang lebih dahulu.

Selama masa akhir abad pertengahan, koleksi, penyimpanan, dan transmisi pengetahuan kedokteran klasik terjadi (gambar.1-5). Setelah abad ke-12, ilmu pengetahuan kedokteran pertengahan di barat semakin meluas, hal ini sebagian berkat karya-karya yang masih ada dari golongan Muslim yang telah terlebih dulu menterjemahkan teks-teks kedokteran Yunani dan Latin kedalam bahasa Arab. Menjelang abad ke-13, ilmu pengetahuan kedokteran telah berkembang hingga ketingkat dimana ketiga kota pusat orang-orang Eropa (Montpeller, Paris, dan Bologna) menawarkan gelar dalam ilmu kedokteran. Pada 1316, Mondino dei Luzzi menulis Anothomia, risalah anatomi modern yang pertama. Dengan munculnya kembali pembelajaran Yunani klasik selama era Renaissance, dunia kedokteran Barat disegarkan kembali dengan terjemahan-terjemahan baru dari teks-teks Yunani dan romawi kuno. Diantara teks-teks yang muncul kembali adalah karya Aulus Celsus De Medicina, yang kembali beredar berkat adannya penemuan media cetak.

4. Renaissance Barat Dan Pencerahan
            Zaman Renaissance (abad 1250 – 1550) merupakan suatu periode yang menarik  dalam sejarah kedokteran dan tindakan medis. Kata Renaissance berarti lahir kembali, dan di era inilah dasar-dasar anatomi manusia modern (di Negara barat) dikemuakan oleh dokter dari Flemiosh Andreas Vesalius (1514-1564). Tulisannya berjudul De Humani Corporis Fabrica (1543) diakui sebagai salah satu penelitian terpenting dalam sejarah kedokteran. Disamping hal itu, dasar-dasar farmakologi kimia, sebagai kebalikan atau lawan dari pengobatan herbal – dikemukakan oleh seorang dokter dari Swiss bernama Philippus von Hohenheim (1493-1541), yang lebih dikenal dengan nama Paracelsus. Prosedur-prosedur operasi baru juga ditemukan, terutama oleh ahli bedah militer Perancis Ambroise Pare (abad 1510-1590) (gambar.1-6). Selain menemukan beberapa instrument bedah, Pare juga merupakan salah satu dokter modern yang pertama kali membahas efek-efek terapi massage, terutama pada kasus-kasus bedah orthopedic. Pare, bahkan lebih lanjut membuat klasifikasi tentang jenis gerakan-gerakan massage yang beraneka ragam.
           
Dua dokter era Renaissance yang terkenal lainnya adalah Girolamo Mercuriale (1530-1606) dan Timothy Bright (abad 1551-1615). Mercuriale menghabiskan beberapa tahun di Roma untuk meneliti/mengamati naskah-naskah penulis-penulis kuno. Pengetahuannya yang luas mengenai sikap-sikap masyarakat Yunani dan Roma terhadap diet, latihan, dan efek-efeknya pada kesehatan dan penyakit terbukti/ terlihat dalam De Arte Gymnastica (1569), yang diakui sebagai buku pertama dalam bidang kesehatan olah raga. Buku ini mengumpulkan sejarah sejarah senam hingga era itu, dengan menyatukan semua yang telah ditulis tentang manfaat latihan (baik untuk tujuan kesehatan maupun tindakan pada penyakit). Buku kedokteran Bright yang pertama (abad 1584) dibagi menjadi dua bagian, Hygienina on restoring Health dan Therapeutica on Restoring Health. Dalam buku ini, Bright membahas tentang mandi, latihan, dan massage, dan buku ini juga mendukung kegiatannya dalam mengajar teknik-teknik ini pada kuliah-kuliahnya di Universitas Cambridge. Sekitar abad ke-16, kita temukan dua karya Asia timur yang penting yang terkait dengan massage. Bangsa Cina menerbitkan Chen-chiu ta-ch’eng, yang berisi satu bab tentang massage pediatric, dan Jepang menerbitkan San-tsai-tou-hoei, yang menyebutkan prosedur massage baik aktif maupun pasif.

            Menjelang akhir bad ke-17, kedokteran barat telah mengalami revolusi baik dalam ide maupun pengetahuan. Di Italia, Giovanni Alfonso Borelli (1608-1679) melaksanakan pembedahan anatomi secara ekstensif/luas dan telah menganalisa fenomena konstraksi otot. Di Inggris, William Harvey (1578-1657) telah menunjukkan bahwa sirkulasi darah pada binatang didorong oleh denyut jantung melalui arteri dan vena (gambar 1-7). Penemuan ini meningkatkan kemungkinan diterimanya massage sebagai alat terapi. Perkembangan penting lain yang terjadi dalam kurun waktu abad ke- 17 adalah realisasi bahwa sangatlah perlu untuk mengumpulkan deskripsi klinis yang lengkap tentang penyakit, umumnya disisi tempat tidur, dan untuk mengembangkan obat khusus untuk setiap penyakit khusus pula. Pada bidang ini, seorang dokter dari Inggris bernama Thomas Sydenham (1624-1689) merupakan tokoh yang paling terkenal. Pada saat yang bersamaan dengan pembuatan kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan ini, massage juga muncul kembali sebagai bentuk terapi yang diterima pada profesi medis dan sebagai praktek terapi bagi kesehatan dan penyakit.

            Pada abad ke-18 di Negara-negara barat memperkenalkan obat pada Pencerahan. Hal yang muncul adalah suatu harapan optimis yang terkait dengan peran dan manfaat obat. Semua orang meyakini bahwa kesehatan merupakan suatu keadaan alamiah yang harus diperoleh dan dijaga/dipertahankan. Dalam filosofi baru ini, massage muncul dan dipandang sebagai pengobatan yang popular di Eropa. Simon Andre Tissot (1728-1797), seorang tokoh penting fisioterapi menerbitkan beberapa karya penting tentang latihan senam yang merekomendasikan massage bagi berbagai penyakit dan yang memberikan indikasi bagi penggunaannya. Abad ke-18 juga menunjukkan pembuatan system-system kedokteran baru yang menggabungkan penemuan-penemuan pada 200 tahun sebelumnya mengenai anatomi, fisiologi dan kimia. Sistem-sistem yang komprehensif/ menyeluruh ini diperlukan untuk menyiapkan alasan/ dasar pemikiran bagi pedoman kegiatan-kegiatan klinis. Beberapa ahli percaya bahwa kumpulan dan gabungan/ sintesa dari ilmu pengetahuan baru ini akan meningkatkan gengsi profesi kedokteran/ medis dan menyingkirkan “para dukun”.

5. Era Modern
            Era massage modern mulai pada awal abad 19, ketika banyak penulis mendukung massage dan mengembangkan system mereka sendiri. Penulis yang paling ternama adalah Pehr Hendrik L (1776-1839), seorang ahli fisiologi Swedia dan instruktur kebugaran/ senam. Melalui pengalamannya di Universitas Lund dan Swedish Royal Central Institute Gymnastic, Ling mengembangkan sistem senam kesehatan dan latihannya sendiri, yang dikenal dengan Ling System Swedish Movements (gerakan Swedia system Ling), atau Swedish Movement Cure (Perawatan Gerakan gaya Swedia).Fokus utama dari karya Ling ada pada senam/kebugaran yang diterapkan pada perawatan terhadap penyakit dan atau cedera. Dalam hal ini, Ling merupakan mendukung Medical Gymnastics suatu subyek/ topic yang dipromosikan lebih dari 2000 tahun oleh Herodicus, seorang pengajar dari sekolah Hippocrates. Menurut Ling, gymnastic/senam medis adalah senam yang dilakukan dengan posisi yang tepat baik secara sendiri ataupun dengan bantuan orang lain, kita mencoba dengan mempengaruhi gerakan guna mengurangi ataupun mengatasi penderitaan yang muncul melalui kondisi-kondisi yang abnormal.

            Sistem Ling mengklasifikasikan gerakan menjadi tiga jenis: aktif, pasif, dan berulang. Gerakan aktif adalah gerakan yang ditampilkan oleh pasien/klien (yakni latihan). Gerakan-gerakan pasif adalah gerakan-gerakan dari pasien/klien yang ditampilkan oleh pelatih senam/ahli terapi (misalnya jarak/tingkat gerakan). Gerakan duplikasi/berulang adalah gerakan yang ditampilkan pasien/klien dengan dibantu oleh/bersama-sama dengan ahli terapi. Dengan cara ini, gerakan pasien berlawanan dengan gerakan pelatih/ahli terapi (yakni latihan berlawanan). Massage dipandang sebagai komponen dari system Ling secara keseluruhan dan biasanya disebut sebagai Massage Swedia. Ling (pencetus/ penemu Swedish Massage) and para pengikutnya menggunakan suatu system stroke yang panjang dan halus yang membuat suatu pengalaman/rasa yang sangat relaks/ santai. Secara umun, para pengikut ini menggunakan massage dikaitkan dengan gerakan-gerakan yang dijelaskan sebelumnya. Gerakan-gerakan aktif dan pasif dari sendi meningkatkan relaksasi umum, meningkatkan sirkulasi, mengurangi tegangan otot, dan meningkatkan tingkat gerakan. Bagi Ling, massage merupakan suatu bentuk senam pasif, yang dilakukan pada bagian tubuh dan sebaliknya dengan bagian tubuh (seperti halnya jarak/tingkat gerakan). Ketika anda membaca bagian yang berisi klasifikasi gerakan massage, cobalah untuk membayangkan bagaimana Pehr Ling akan menggolongkan gerakan-gerakan massage tersebut.

Dari 1813 hingga 1839, Ling mengajarkan teknik-teknik ini di Royal Central Institute of Gymnastics, yang dia dirikan dengan dukungan dari pemerintah. Ketika Ling dianggap sebagai bapak/pendiri terapi fisik (fisioterapi), sementara para muridnya bertanggung jawab bagi penyebaran ide-idenya keseluruh dunia. Diantara kota-kota penting yang mendirikan sekolah dengan mengajarkan metode-metode Ling adalah St. Petersburg, London, Berlin, Dresden, Leipzig, Vienna, Paris, dan New York. Dalam kurun waktu 12 tahun semenjak kematiannya (1839), ada 38 institusi di Eropa yang mengajarkan system Gerakan Swedia. Yang termasuk dalam kelompok pelajar ini adalah berbagai dokter medis yang menjadi yakin dengan kegunaan ataupun manfaat massage dan latihan terapi dalam praktek kedokteran. Para dokter medis bisa menyelesaikan program gymnastik/senam medis Ling ini dalam satu tahun, sedangkan bagi yang bukan dokter memerlukan dua hingga tiga tahun untuk menyelesaikannya. Karena banyaknya dokter yang mengikuti pelatihan ini, massage menjadi lebih bisa diterima sebagai suatu prosedur dan praktek kedokteran tradisional.

            Tokoh lain yang berperan dalam sejarah perkembangan massage adalah seorang dokter dari Belanda Johann Mezger (1839-1909), yang lahir pada tahun yang sama dengan tahun meninggalnya Ling. Mezger secara umum diberi penghargaan karena telah membuat massage menjadi komponen fundamental/dasar dari rehabilitasi fisik; beliau juga diberi penghargaan karena berjasa mengenalkan istilah-istilah Perancis yang masih digunakan dalam profesi massage (effleurage, petrissage, tapotement). Bangsa Perancis menterjemahkan beberapa buku massage Cina, dan hal ini mungkin menjadi sebab mengapa istilah Perancis pada prosedur menjadi sangat umum dalam teks-teks massage. Berbeda dengan Pehr Ling, Mezger, menjadi seorang dokter, jadi lebih mudah baginya  untuk mempromosikan massage dengan menggunakan dasar kedokteran dan ilmiah. Dalam hal ini, Mezger cukup berhasil dalam menjadikan profesi kedokteran lebih bisa menerima massage sebagai tindakan kedokteran terhadap sakit dan penyakit yang bisa dipercaya.

Sejumlah dokter Eropa mulai menggunakan terapi massage dan menerbitkan secara ilmiah hasil-hasil modality yang positif. Yang kemidian terjadi adalah masuknya seni massage dalam ilmu kedokteran. Siste Gerakan Swedia dikenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1856 oleh dua bersaudara, George Henry Tailor dan Charles Fayette Tailor. Tailor bersaudara tersebut telah belahar teknik-teknik itu di Eropa dan kembali ke Amerika Serikat dimana kemudian mereka membuka suatu praktek orthopedic dengan spesialisasi Gerakan swedia. Kedua dokter ini menerbitkan sejumlah karya penting mengenai sistem Ling, termasuk teksbook bangsa Amerika pada bidang massage itu pada tahun 1860. Orang Amerika yang juga mendukung system Gerakan Swedia lainnya adalah Douglas O. Graham. Dr. Graham bukan hanya seorang praktisi dari system ini tapi juga merupakan penulis beberapa karya mengenai sejarah massage yang dikerjakannya dalam kurun waktu 1874 hingga 1925.

            Praktisi pendukung lainnya di Amerika Serikat adalah Hartvig Nissen, yang pada tahun 1883 membuka Institut Kesehatan Swedia bagi Tindakan/Perawatan Penyakit Kronis melalui/dengan Gerakan Swedia dan Massage (Washington D.C.). Nissen menampilkan suatu paper/makalah berjudul “Gerakan Swedia dan Massage” pada 1888, yang selanjutnya diterbitkan di bebeapa jurnal kedokteran. Hasil dari publikasi ini adalah adanya sejumlah surat dari para dokter yang ingin lebih mengetahui tentang system Ling dan pemeriksaan ini mendorongnya untuk menerbitkan Swedish Movement and Massage Treatment pada 1888. Penggabungan dua buku yakni buku karya Nissen dan Graham yakni A Treatise on Massage (Risalah Massage), Its History, Mode Application and Effects (1902) (Sejarahnya, Model Aplikasi dan Efeknya), sangat berjasa dalam meningkatkan minat profesi kedokteran Amerika Serikat mengenai manfaat-manfaat massage. Ketika Tailor bersaudara, Graham dan Nissen tengah meyakinkan komunitas kedokteran tentang manfaat-manfaat massage dan senam medis, beberapa tokoh lainnya tengah sibuk meyakinkan public/masyarakat luas.


Diantara tokoh-tokoh yang sibuk meyakinkan masyarakat adalah John Harvey Kellogg (1852-1943). Kellogg (dari Battle Creek, Michigan menulis sejumlah artikel dan buku tentang massage, dan menerbitkan Good Health, suatu majalah yang ditujukan bagi masyarakat luas. Usaha-usaha seperti ini membantu mempopulerkan massage massagedi Amerika Serikat. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terjadi perubahan dalam penggunaan massage, yang terpenting adalah perkembangan bidang terapi fisik. Terapi fisik atau fisioterapi dikembangkan dari segmen pendidikan fisik, yang berperan dalam melatih para wanita untuk bekerja dirumah-rumah sakit, dimana mereka menggunakan massage dan latihan terapi untuk membantu pemulihan keadaan pasien. Para wanita ini seringkali dilatih dalam hal mechanotherapi, yang merupakan cara penyembuhan tubuh dengan menggunakan manipulasi (massage dan latihan-latihan khusus). Perang Dunia I menyediakan kesempatan yang tidak terbatas bagi penggunaan massage terapi, latihan, dan metode-metode fisioterapi lainnya (elektroterapi dan hidroterapi) dalam usaha untuk merehabilitasi para tentara yang terluka. Dalam hal perawatan korban perang, muncullah ide-ide awal Just Lucas-championniere 91843- 1913). Singkatnya, apa yang dianjurkan Dr. Lucas-Championniere adalah penggunaan massage dan latihan-latihan gerakan pasif setelah cedera, terutama patah. Namun, yang berubah adalah para dokter semakin sering memberikan tindakan/pengobatan (beberapa diantaranya baru seperti digunakannya electroterapetik).

            Mendekati awal abad ke-20, massage telah mulai digunakan diseluruh Negara Barat. Pada saat pertama kali massage diterima, yang kemudian berkembang adalah profesi massage. Di Britania Raya, the Society of Trained Masseuses (Kelompok Masseuses Terlatih) (1894) dibentuk oleh beberapa wanita yang menyadari perlunya standardisasi dan profesionalisasi dari ketrampilan mereka. Organisasi ini berhasil dalam beberapa hal: pembuatan kurikulum massage, akreditasi sekolah-sekolah massage yang mana harus melalui inspeksi yang teratur; pembuatan prasyarat akan adanya instrukturinstruktur yang baik bagi kelas-kelas massage; dan pembuatan dewan program sertifikasi. Menjelang akhir Perang Dunia I (1918), organisasi ini telah beranggotakan hampir 5000 orang. Pada tahun 1920, kelompok ini bergabung dengan Institut Massage dan Latihan Remedial (Institute of Massage and Remedial Exercise) dan kelompok baru ini kemudian dikenal dengan nama Chartered Society of Massage and Medical Gymnastics (Kelompok Massage dan Senam Kedokteran Resmi). Kelompok baru ini juga melakukan tindakan-tindakan demi profesionalisme. Diantara syarat-syarat keanggotaan baru kelompok ini adlah penyerahan dokter dan persoalan sertifikat kompetensi bagi mereka yang lulus tes yang dipersyaratkan. Menjelang tahun 1939, keanggotaan organisasi ini telah hampir mencapai 12.000 orang.

            Setelah Perang Dunia I, organisasi-organisasi kedokteran seperti halnya American Society of Physical Therapy Physicians (Masyarakat Dokter Terapi Fisik Amerika) juga terbentuk. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, program-program bagi para ahli terapi fisik tengah distandardisasi, sedangkan padawaktu yang bersamaan para dokter juga dilatih di dalam bidang ini. John S. Coulter, pada 1926, dokter akademik tetap pertama dalam kedokteran fisik pada Sekolah Kedokteran Universitas Northwestern. Menjelang 1947, bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi yang dikenal dengan fisiatri terbentuk sebagai bagian spesialis kedokteran tersendiri. Meski banyak masseur dan masseuses yang tidak setuju dengan campur tangan profesi medis pada bentuk seni mereka, kejadian-kejadian yang baru saja digambarkan tadi terlihat menyenangkan. Pada awal abad ke-20, profesi kedokteran di negara-negara barat telah mulai menyadariapa yang telah lama diajarkan oleh bangsa Cina dan para masseur/masseuses: gosokan terapi memiliki peran yang penting pada perawatan/tindakan pada sakit dan penyakit.

Profesionalisme senam/gymnastic kedokteran (seperti terapi fisik) secara sederhana berarti bahwa disamping mempelajari seni massage, para ahli terapi massage juga perlu menguasai latar belakang ilmiah yang diperlukan untuk memahami anatomi dan fisiologi manusia. Seperti yang diilustrasikan dalam buku ini, penyunting buku juga percaya pada ahli terapi yang terdidik dan terlatih dengan baik. Ketika suatu profesi ini sudah digabung dengan kemajuan tehnologi dan dunia kedokteran,suatu massage sederhana menjadi kurang penting, namun satu prosedur pada penyimpanan rehabilitasi. Sebagai akibatnya, the British chartered Society of Massage and medical Gymnastics mengubah namanya menjadi Chartered Society of Psysiotherapy (Masyarakat/kelompok Fisioterapi Resmi). Pada waktu yang hampir bersamaan, Asosiasi Masseurs dan Masseuses Amerika terbentuk di Amerika Serikat: kelompok ini kemudian berganti nama menjadi Asosiasi terapi Massage Amerika. Seiring denganwaktu, asosiasi ii hadir sebagai wakil ataupun wujud massur dan masseuses rofessional yang lazim disebut ahli terapi massage. Organisasi yang mempunyai cabangcabang di hampir 50 negara bagian in memiliki hamper 25000 anggota.

6. Metode Baru
            Selama lebih dari 50 tahun, beberapa gaya dan teknik massage baru telah muncul. Sementara sempitnya ruang gerak, melarang adanya pembahasan yang terperinci mengenai semua prosedur ini, beberapa diantaranya memerlukan perhatian. Sebagai suatu aturan umum, teknik-teknik baru ini melebihi konsep-konsep asli massage Swedia, dan sebagian besar dikembangkan di AmerikaSerikat sejak 1960. Massage Esalen (dikembangkan di Institut Esalen) di rancang untuk menciptakan suatu keadaan relaksasi yang lebih dalam dan kesehatan secara umum. Jika dibandingkan dengan system Swedia, Massage Esalen lebih lambat dan lebih berirama dan menekankan pada pribadi secara keseluruhan (pikiran dan tubuh). Banyak ahli terapi yang sebenarnya menggunakan suatu kombinasi teknik Swedia dan teknik Esalen. Rolfing, dikembangkan oleh Dr. Ida Rolf, melibatkan suatu bentuk kerja jaringan dalam yang melepaskan/mengendurkan adhesi atau pelekatan dalam jaringan fleksibel (fascia) yang mengelilingi otot-otot kita. Secara umum, gaya ini meluruskan segmensegmen tubuh utama melalui manipulasi pada fascia. Deep Tissue Massage menggunakan stroke / tekanan yang perlahan, tekanan langsung, dan atau pergeseran. Seperti namanya, prosedur ini diaplikasikan dengan tekanan yang lebih besar and pada lapisan otot yang lebih dalam daripada massage Swedia.

Sport Massage adalah massage yang telah diadaptasi untuk keperluan atlit dan terdiri dari dua kategori: pemeliharaan (sebagai bagian dari aturan latihan) dan perlombaan (sebelum perlombaan ataupun setelah perlombaan). Sports massage juga digunakan untuk mempromosikan penyembuhan dari cedera.. Reflexology, juga dikenal sebagai terapi zona, terapi ini didasarkan pada ide oriental bahwa stimulasi dari titik-titik tertentupada tubuh mempunyai efek pada bagian lain dari tubuh. Dengan menggunakan tekanan jari dalam, ahli terapi massage mengobati area tertentu pada kaki dan tangan untuk menormalkan fungsi-fungsi dalam tubuh.

Neuromuscular massage adalah suatu bentuk massage dalam yang mengaplikasikan tekanan jari yang terkonsentrasi pada otot-otot tertentu. Bentuk massage ini membantu memutuskan/memecahkan siklus kejang urat dan sakit dan bentuk ini digunakan pada titik pemicu rasa sakit, yang mana merupakan simpul ketegangan dari ketegangan otot yang menyebabkan raa sakit pada bagian-bagian tubuh yang lain. Trigger point massage dan myotherapy merupakan varietas/bagian dari massage neuromuscular. Bindegewebsmassage, atau connective tissue massage, dikembangkan oleh Elizabeth Dicke, merupakan suatu tipe teknik pelepasan myofascial yang terkait dengan permukaan jaringan penghubung (fascia) yang terletak diantara kulit dan otot. Para pengikut Bindegewebsmassage percaya bahwa massage pada jaringan penghubung/ikat akan mempengaruhi reflek vascular dan visceral yang berkaitan dengan sejumlah patologi dan disability/ketidakmampuan.

B. Sejarah Perkembangan Massage Di Indonesia
Pijat telah lama dikenal manusia terutama manusia dari timur. Pijat ini telah berabad-abad dilakukan oleh nenek moyang kita, bahkan menjadi suatu kebiasaan-kebiasaan atau suatu kegemaran terutama dikalangan kaum bangsawan dan orang-orang atasan. Sebab dengan pijat dapat diharapkan manfaat timbulnya perasaan hangat, segar dan nyaman pada tubuh.

Raja-raja mempunyai rombongan abdi-abdi yang bertugas untuk memijat, yang biasanya dilakukan oleh orang-orang buta atau orang-orang ahli pijat yang sengaja dibutakan, disamping pertimbangan tata kesusilaan, mereka menganggap pula bahwa orang buta mempunyai kecakapan yang lebih baik dalam memijat. Hal ini dapat dimengerti, sebab dengan tidak berfungsinya salah satu indera penglihatan, kemampuan indera ini dapat pindah ke indera peraba atau indera perasa berfungsi untuk memberikan perasaan nyaman terhadap orang lain biasanya dilakukan orang buta.
Pijat masih dianggap rendah di dalam masyarakat kita sehingga pijat mempunyai kedudukan sangat rendah dalam pandangan setiap orang. Dukun-dukun pijat selalu mendapat ejekan sehari-hari. Meskipun demikian pijat terus hidup subur dan berkembang meluas, hanya sayang  sekali tanpa mengalami kemajuan-kemajuan apa lagi kemajuan dalam segi keilmuannya. Pijat yang sekarang dilakukan oleh orang adalah sama dengan pijat yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lampau tanpa mengalami perubahan dan perkembangan.

Pijat yang sebenarnya dimiliki orang-orang timur, tetapi karena kurang bangsa-bangsa timur untuk menyelidikinya, menyebabkan munculnya orang-orang barat yang merasa perlu untuk mengambil alih. Pijat di bawa pulang kenegerinya dan diselidikinya dari segala segi terutama segi keilmuannya ialah ilmu tentang anatomi tubuh manusia menjadi basis penyelidikannya. Di samping itu ilmu tentang Physiologi, Pathologi dan hygine juga menjadi ilmu penunjang di dalam penyelidikannya.

Kemudian dalam bentuk yang lebih sempurna, pijat diberi nama massage (diambil dari bahasa Francis) kembali pijat ke timur lagi. Patut dicatat disini nama-nama bangsa barat yang berjasa menemukan sistem dalam melakukan massage ialah : Prof. Thomson, Hoffa dan Goch. Sedang Head dan Mackensie adalah orang-orang yang mempunyai arti penting dalam memelihara dan mengembangkan dalam pengetahuan Massage.

Pengetahuan massage ini telah mulai berkembang di negara kita, dan diharapkan massage modern ini akan segera dapat menggantikan pijat yang masih kuno, yang masih menguasai di seluruh masyarakat kita. Bersamaan dengan ini akan lenyap pandangan rendah terhadap massage. Perintisan pendidikan massage di Indonesia dilakukan pada tahun 1958 - 1964 oleh Ern Till ahli massage dari Jerman di Rehabilitasi Centrum Surakarta. Kursus massage diselenggarakan bagi penyandang cacat netra yang hasilnya ±100 orang lulus lengkap dengan mendapat ijazah. Selain melatih orang penyandang cacat netra Ern Till juga melatih orang-orang awas untuk menjadi ahli pijat atau pelatih pijat.

Usaha-usaha uotuk lebih meningkatkan mutu dan memanfaatkan massage di Indonesia, sekarang nampak makin jelas Departemen Sosial melalui Panti Sosial Bina Netra menyelenggarakan latihan keterampilan massage. Hasilnya sekarang masseur-masseur penyandang cacat netra telah tersebar di Indonesia hidup mandiri dengan keterampilan massagenya.
            Sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus  di dalam olahraga Indonesia.

Persiapan Indonesia menghadapi Asian Games IV tahun 1962 yang akan diselenggarakan di kota Jakarta, membuat Indonesia bersiap diri di segala bidang termasuk bidang kesehatan dan sport medicine. Dimana pada tahun 1960 Indonesia mendatangkan team ahli sport massage dari Swedia di pimpin Mr. Tills untuk mengajar sport massage bertempat di RC Solo, diadakan penataran, kepelatihan sport massage yang di ikuti oleh 40 orang pelatih dan guru olahraga dari seluruh Indonesia.
Selesai mengikuti kepelatihan sport massage para pelatih dan guru olahraga tersebut sebagian besar di terjunkan sebagai tenaga masseur yang menangani atlit-atlit Indonesia di Asian Games IV tahun 1962.


Dari para pelatih dan guru olahraga inilah sport massage disebarkan ke daerah-daerah seluruh wilayah Indonesia. Setelah mempelajari manfaat sport massage yang dihubungkan dengan aktivitas olahraga, selanjutnya sport massage dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan sebagai mata pelajaran di sekolah olahraga, dan diberian pada kursus-kursus kepelatihan olahraga.

Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup Sport Message

A.      Pengertian Massage
Massage atau pijat merupakan bahasa universal bagi umat manusia. Hampir setiap hari manusia melakukan pemijatan sendiri. Rupa-rupanya massage merupakan salah satu manipulasi sederhana yang ditemukan manusia untuk mengelus atau mengusap bagian badan yang sakit atau saling membelai satu sama lain untuk menenangkan.

Saat ini, pentingnya terapi massage sudah dikenal luas. Massage diketahui dapat merangsang dan mengatur proses-proses fisiologis seperti pencernaan dan pernafasan. Sekarang semakin dimengerti oleh banyak orang bahwa massage sangat dibutuhkan untuk tetap terbinanya kesegaran jasmani walaupun mengunakan manipulasi yang sangat sederhana sebagai reaksi alamiah tubuh. Menurut A. Rahim (1987: xiii) massage adalah suatu perbuatan melulut tubuh dengan tangan (manipulasi) pada bagian-bagian yang lunak, dengan prosedur manual atau mekanik yang dilaksanakan secara metodis dengan tujuan menghasilkan efek fisiologis, profilaktis, dan terapeutis bagi tubuh.

Menurut Tairas (2000: 1-2), massage adalah suatu metode refleksiologi yang bertujuan untuk memperlancar kembali aliran darah, yakni dengan genjotan-genjotan atau pijatan-pijatan kembali aliran darah pada titik-titik sentrarefleks.

Hal senada diutarakan oleh C.K Giam (1993: 172) massage adalah manipulasi jaringan lunak tubuh. Manipulasi ini dapat mempengaruhi sistem saraf, otot, pernafasan, sirkulasi darah, dan limfa secara lokal maupun umum. Massage menghasilkan suatu stimulus pada jaringan tubuh dengan cara menekan dan meregangkan. Penekanan menyebabkan kompresi jaringan lunak dan mengubah ujung-ujung saraf yang berupa jaringan reseptor, sedangkan peregangan memberikan ketegangan pada jaringan-jaringan lunak.

B. Pengertian Sport Massage
Sport Massage merupakan teknik memijat / melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek efek  fisiologis, profilaktik, dan terapeutik / pengobatan pada tubuh. Manipulasi ini dilakukan secara sistematis dan berurutan sesuai dengan anatomi tubuh manusia yaitu dari permukaan otot kearah dalam bagian tubuh yang lunak /mucous dan jaringan dibawah kulit (konjunktiva) dan lapisan lemak , perototan , pembuluh darah , jaringan persyarafan periferis/ syaraf tepi dan jaringan lain serta organ tubuh bagian dalam. Ada dua macam prosedur sport massage , secara manual dan mekanik.

Prosedur sport massage manual merupakan manipulasi sport massage yang dikenal dengan bermacam-macam gerakan tangan pada permukaan tubuh dengan tekanan gerakan kearah dalam yaitu menekan , memeras, pukulan, goncangan , getaran dan manipulasi lain pada jaringan dan pada segmen . Prosedur manual ini merupakan prosedur yang sangat tua , tersebar dan paling banyak digunakan karena dengan gerakan tangan manusia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan struktur anatomi tubuh dan gerakan tangan ini akan lebih sempurna dibandingkan dengan gerakan alat mesin.

Prosedur sport massage mekanik , ini dilakukan gerakan sport massage dengan bantuan gerakan mesin pemijat . Bagaimanapun bagusnya alat massage / mesin pemijat tersebut tingkat adaptasi dengan struktur tubuh manusia akan tidak sama dengan gerakan tangan secara manual.

C. Tujuan  Sport Massage  
Agar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang sport massage dan bisa mempraktekkan baik di dalam kalangan olahragawan maupun masyarakat. Setidaknya mahasiswa juga bisa mengetahui sedikit banyak nya tentang teknik pijat olahraga ini dan bisa memberikan masukan atau saran agar pelatih dan atlet bisa merileksasikan tubuh nya sendiri dengan cara-cara yang sederhana khusus nya di kalangan olahragawan. Sedangkan didalam kalangan masyarakat luas kita juga bisa memberikan trik-trik sederhana untuk merileksasikan tubuhnya.      

D.  Ruang Lingkup Sport Massage

1.    Pengantar kuliah Masage ( Etika dalam perkuliahan )
2.    Pengertian, tujuan dan ruang lingkup mata kuliah
3.    Sejarah perkembangan massage
4.    Pengantar Anatomi dan Fisiologi dalam massage 
5.    Hal-hal lain yang perlu di perhatikan dalam Spor Masage
6.    Teknik dasar manipulasi Effleurage
7.    Teknik dasar manipulasi Petrisage
8.    Teknik dasar manipulasi Friction
9.    Teknik dasar manipulasi Shaking.
10.  Teknik dasar manipulasi Tapotement
11.  Teknik dasar manipulasi walken
12.  Teknik dasar manipulasi Vibrition
13.  Teknik dasar manipulasi Skin Rolling
14.  Teknik dasar manipulasi Stroking

15.  Manipulasi posisi massage

Minggu, 02 Oktober 2016

Pengertian, Tujuan serta Ruang Lingkup Tenis Lapangan

A. Pengertian Tenis Lapangan

            Permainan tenis lapangan merupakan permainan yang istimewa, karena latar belakang dan tradisinya. Tenis lapangan mengajarkan etika, sikap mental positif, serta penghargaan terhadap aturan-aturan. Tenis Lapangan juga merupakan salah satu cabang olahraga yang dilakukan oleh seorang atau sepasang pemain yang berhadapan dengan dibatasi oleh jaring. Untuk memainkannya diperlukan raket dan bola yang terbuat dari karet yang berisi angin dan terbungkus dari bulu kempa. Selain membutuhkan kekuatan memukul bola, juga keterampilan menempatkan bola pada sisi yang kosong, agar pihak lawan sulit mengembalikan

            Menurut Lardner (2003:iv) “tenis merupakan permainan yang memerlukan kecepatan kaki, ketepatan yang terkendali, stamina, antisipasi, ketetapan hati (determination), dan kecerdikan”. Permainan tenis lapangan telah berubah dengan drastis dalam waktu yang relatif singkat. Ketika Walter Wingfield  menerima hak paten dari pemerintah Inggris untuk permainan tenis lapangan di tahun 1784, ia tidak pernah mengira akan seperti apa permainan itu di masa kini (Brown, 2007:1).

            Dulu tenis hanya dimainkan oleh para amatir. Kini pemain-pemain kelas dunia seringkali telah menjadi pemain profesional di usia remaja. Tenis terbuka, di mana pemain profesional bersaing dengan pemain amatir, dimulai pada tahun 60-an (Brown, 2007:1). Tujuan utama dalam tenis adalah memukul bola ke dalam petak lawan dengan sedemikian rupa, sehingga lawan tidak dapat menyentuhnya sama sekali. Atau agar pengambilan bola lawan membawa bola keluar dari batas, atau agar bola lawan menyangkut net (Lardner, 2003:5).

B. Tujuan Mata Kuliah Tenis Lapangan
            Tenis Lapangan Merupakan salah satu bidang dari cabang Olahraga. Permainan tenis lapangan di kelompokkan dalam kelompok olahraga prestasi, cabang olahraga ini pun menjadi kurikulum wajib bagi mahasiswa yang bernaung di bawah program studi pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi Fkip Unyiah, sebuah Kampus kebanggaan sekaligus jantong hate rakyat aceh. T.P Tenis Lapangan merupakan mata kuliah wajib yang harus di selesaikan pada semester 5 oleh seluruh mahasiswa dengan tujuan dasar guna memahami serta dapat mempraktekkan pada kondisi nya sebagai seorang guru secara khususnya kelak.

C. Ruang Lingkup Mata Kuliah Tenis Lapangan
Ruang Lingkup mata kuliah ini mencakup kepada :

1.         Pengertian, Tujuan Dan Ruang Lingkup
2.         Sejarah Permainan Tenis Lapangan
3.         Pre Test : Wall Volley
4.         Teknik Dasar Permainan Tenis Lapangan
5.         Sikap Badan Untuk Persiapan Pukulan
6.         Gerakan Dasar Pukulan Forehand
7.         Latigan Pukulan Forehand Berbagai Variasi
8.         Gerakan Dasar Pukulan Backhand
9.         Peraturan Permainan Tenis Lapangan
10.       Gerakan Dasar Pukulan Servis & Twist
11.       Gerakan Dasar Pukulan Lob.
12.       Gerakan Dasar Pukulan Smash
13.       Sistem Pertandingan Dalam Permainan Tenis
14.       Pertandingan Tunggal Antar Kelompok
15.       Pertandingan Ganda
16.       Perwasitan & Penjurian Dalam Tenis

Senin, 23 Mei 2016

Penanganan Pingsan

Pingsan merupakan situasi tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seorang disebabkan sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, keadaan fisik lemah, serta lain sebagainya. Lebih lanjut, Pingsan yakni  suatu keadaan dimana seseorang akan kehilangan kesadarannya secara mendadak namun dalam waktu yang relatif singkat. Seseorang yang mengalami pingsan biasanya karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Pemulihan dari pingsan ini dapat dilakukan setelah beberapa menit. Sebelum pingsan, umumnya korban mengalami gejala kulit pucat, dingin dan berkeringat, mata berkunang-kunang serta pusing.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', pingsan dapat dicegah dengan cara merebahkan korban lalu angkat kaki setinggi 15 - 25 cm. Bisa juga dengan didudukkan dengan posisi kepala membungkuk menyentuh kedua lutut.
                
Orang yang pingsan butuh oksigen serta tempat teduh terlindung dari terik cahaya matahari. Oleh karenanya amankan pasien pingsan ke tempat yang teduh serta tidak kerumuni orang banyak yang melihat saja.
Gejala awal yang dirasakan seseorang sebelum pingsan adalah adanya rasa pusing, berkurangnya penglihatan, dan rasa panas. Tak hanya itu, orang yang pingsan akan terlihat pucat karena sangat membutuhkan oksigen dan tempat teduh yang bebas dari terik sinar matahari.

Ada banyak faktor penyebab seseorang mengalami pingsan, seperti beberapa hal di bawah ini:

1. Dehidrasi
Dehidrasi atau kurang mendapatkan asupan cairan membuat air dalam aliran darah menjadi sedikit. Hal tersebut membuat tekanan darah menurun serta merangsang saraf vagus. Dan ketika kadarnya sudah rendah akan menyebabkan tubuh menjadi pusing lalu pingsan.

2. Shock
Shock adalah keadaan yang ditandai dengan kejutan pada tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Tak hanya itu, shock juga bisa dikatakan keadaan darurat berbahaya yang biasanya disebabkan dari pendarahan. Biasanya seseorang yang mengalami shock akan terlihat bingung, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran saat kondisinya semakin memburuk.

3. Gangguan detak jantung
Jantung berfungsi memompa darah melalui pembuluh darah serta arteri yang dibutuhkan untuk mempertahankan aliran darah. Namun, saat jantung berdetak terlalu cepat atau lambat akan membuat tekanan darah tidak terjaga sehingga aliran darah ke otak terganggu dan menyebabkan pingsan.

Petunjuk cara penanganan serta menolong orang yang pingsan :
– Untuk kembalikan kesadaran orang yang alami kepingsanan bisa memakai bau-bauan yang menyengat serta merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong, anomiak, durian dan sebagainya.
– Bila muka orang pingsan itu pucat fasih jadi baiknya buat tubuhnya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu supaya darah bisa mengalir ke kepala korban pingsan itu.
– Bila muka orang yang pingsan itu merah jadi sanggah kepalanya dengan bantal atau suatu hal agar darah di kepalanya dapat mengalir ke badannya dengan cara normal.
– Jika si korban pingsan tadi muntah, jadi baiknya miringkan kepalanya agar muntah orang itu dapat keluar dengan mudah hingga jalur penapasan orang itu dapat lancar kembali.
– Apabila baju atau aksesori yang digunakan di badan terlalu ketat jadi kita dapat mengendurkan agar darah bisa mudah mengalir serta korban gampang bernafas dan udara dapat menyegarkannya. Berharap janganlah ditelanjangi atau dilecehkan.
– Bila orang yang pingsan telah siuman jadi dapat di beri minum seperti kopi atau teh hangat. Bila orangnya diabetes janganlah di beri gula apabila orangnya masih tetap belum kuat memegang gelas atau minum sendiri dengan tangannya harap janganlah di beri dahulu agar tidak tersedak.
– Jika tidak sadar-sadar serta berangsur-angsur lebih baik/sembuh jadi baiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan paling dekat seperti puskesmas, klinik, dokter, rumahsakit, dsb agar memperoleh perawatan yang tambah baik.